Rabu, 17 Februari 2016

Pentingnya Media Sosial Bagi Anak SMP



Situs jejaring sosial yang marak belakangan ini seperti facebook, twitter dan google plus adalah produk-produk teknologi yang kini sedang digemari banyak kalangan termasuk anak-anak dan remaja. Dengan layanan ini kita dapat berkomunikasi dengan teman lama, memperluas jaringan pertemanan, ataupun sekedar mengetahui keadaan atau status teman atau kerabat.

Media sosial menghapus batasan-batasan dalam bersosialisasi. Dalam media sosial tidak ada batasan ruang dan waktu, mereka dapat berkomunikasi kapanpun dan dimanapun mereka berada. Tidak dapat dipungkiri bahwa media sosial mempunyai pengaruh yang besar dalam kehidupan seseorang. Seseorang yang asalnya kecil bisa menjadi besar dengan media sosial, begitu pula sebaliknya.

Bagi masyarakat Indonesia khususnya kalangan remaja, media sosial seakan sudah menjadi candu, tiada hari tanpa membuka media sosial, bahkan hampir 24 jam mereka tidak lepas dari smartphone . Media sosial terbesar yang paling sering digunakan oleh kalangan remaja antara lain; Facebook, Twitter, Path, Youtube, Instagram, Kaskus, LINE, Whatsapp, Blackberry Messenger. Masing-masing media sosial tersebut mempunyai keunggulan khusus dalam menarik banyak pengguna media sosial yang mereka miliki. Media sosial memang menawarkan banyak kemudahan yang membuat para remaja betah berlama-lama berselancar di dunia maya.

Pesatnya perkembangan media sosial juga dikarenakan semua orang seperti bisa memiliki media sendiri. Jika untuk media tradisional seperti televisi, radio, atau koran dibutuhkan modal yang besar dan tenaga kerja yang banyak, maka lain halnya dengan media sosial. Para pengguna media sosial bisa mengakses menggunakan jaringan internet tanpa biaya yang besar dan dapat dilakukan sendiri dengan mudah.


Para pengguna media sosial pun dapat dengan bebas berkomentar serta menyalurkan pendapatnya tanpa rasa khawatir. Hal ini dikarenakan dalam internet khususnya media sosial sangat mudah memalsukan jati diri atau melakukan kejahatan. Bahkan ada sebuah istilah yang dipopulerkan oleh Peter Steiner:
“On the internet nobody knows you`re a dog”

Di sinilah pentingnya peranan semua pihak baik orang tua, institusi pendidikan, pemerintah dan masyarakat untuk mengawasi anak, remaja dan muridnya, khususnya bagai yang masih dibawah umur untuk membekali mereka menghadapi perkembangan teknologi. Kita seharusnya memberikan edukasi kepada anak tentang bagaimana menyikapi perkembangan teknologi yang sangat cepat untuk digunakan semaksimal mungkin untuk kegiatan positif. Jejaring sosial juga mempunyai dampak yang positif dan juga dampak negatif.

Dampak positif jejaring sosial :
1. Anak dan remaja dapat belajar mengembangkan ketrampilan teknis dan sosial yang sangat dibutuhkan di era digital seperti sekarang ini. Mereka akan belajar beradaptasi, bersosialisasi dengan publik dan mengelola jaringan pertemanan.
2. Memperluas jaringan pertemanan. Berkat situs jejaring sosial ini anak menjadi lebih mudah berteman dengan orang lain di seluruh dunia. Meskipun sebagian besar diantaranya tidak pernah mereka temui secara langsung.
3. Anak dan remaja akan termotivasi untuk belajar mengembangkan diri melalui teman-teman yang mereka jumpai secara online, karena mereka berinteraksi dan menerima umpan balik satu sama lain.
4. Situs jejaring sosial membuat anak dan remaja menjadi lebih bersahabat, perhatian dan empati. Misalnya memberikan perhatian saat ada teman mereka berulang tahun, mengomentari foto, video dan status teman mereka, menjaga hubungan persahabatan meski tidak dapat bertemu secara fisik.

Dampak negatif jejaring sosial :
1. Anak dan remaja menjadi malas belajar berkomunikasi di dunia nyata. Tingkat pemahaman bahasapun menjadi terganggu. Jika anak terlalu banyak berkomunikasi di dunia maya.
2. Situs jejaring sosial akan membuat anak dan remaja lebih mementingkan diri sendiri. Mereka menjadi tidak sadar akan lingkungan di sekitar mereka, karena kebanyakan menghabiskan waktu di internet. Hal ini dapat mengakibatkan menjadi kurang berempati di dunia nyata.
3. Bagi anak dan remaja, tidak ada aturan ejaan dan tata bahasa di situs jejaring sosial. Hal ini membuat mereka semakin sulit untuk membedakan antara berkomunikasi di situs jejaring sosial dan di dunia nyata. 
4. Situs jejaring sosial adalah lahanyang subur bagi predator untuk melakukan kejahatan. Kita tidak akan pernah tahu apakah seseorang yang baru kita dikenal anak kita di internet menggunakan jati diri yang sesungguhnya atau tidak.

Rabu, 20 Januari 2016

KENAPA UJIAN NASIONAL 2016 DIGELAR FEBRUARI?

Ridwan Menulis - Kenapa Ujian Nasional 2016 Digelar Februari ? - Ujian Nasional (UN) Jenjang SMA / Sederajat sebelumnya biasa digelar bulan April. Tapi, tahun 2016 mengalami perubahaan jadwal pelaksanaan UN 2016 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bakal dilaksanakan lebih maju penyelenggaraan UN menjadi Februari.

Rencana tersebut diungkapkan langsung oleh Mendikbud Anies Baswedan. Mengenai dimajukannya penyelenggaraan Unas ini, berarti ujian tahunan itu akan digelar di awal semester genap tersebut. Setau ini UN selama ini selalu dilaksanakan pada bulan April atau di akhir semester genap.

Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud Nizam di Jakarta kemarin (27/5) mengatakan, memang benar ada perubahaan jadwal penyelenggaraan UN. Yakni UN yang biasanya digelar semester genap, digeser menjadi di awal semester genap.

Menambahkan, tidak ada pemampatan materi pelajaran di semester ganjil.'' Materi pelajaran tetap berlangsung seperti biasanya,''katanya.

Dengan demikian materi yang diujikan dalam UN hanya sampai materi kelas XII semester ganjil. Intinya materi ujian tidak boleh berisi materi yang belum pernah diajarkan.

Nah para siswa dengan beragam pilihan setelah lulus SMA itu perlu ada pendalaman wawasan."Waktu antara Februari sampai April itu bisa menjadi berharga,''katanya.

Misalnya bagi siswa SMA yang berniat melanjutkan kuliah, maka akan dibekali matrikulasi untuk membantu kelulusan ujian masuk PTN. Sedangkan bagi siswa yang iingin bekerja, diajari cara menulis lamaran kerja, membuat CV yang menarik, hingga teknik menghadapi wawancara kerja.

Selain itu pihak sekolah juga bisa berinisiatif untuk menghadirkan alumni mereka dengan beragam profesi untuk memberikan wawasan kepada siswa yang akan lulus. Dengan cara seperti ini, siswa tidak seolah-olah dibiarkan begitu saja mengarungi dunia nyata setelah tamat SMA nanti.

Namun perubahan jadwal pelaksanaan Ujian Nasional (UN) bagi siswa SD, SMP, SMA dan sederajat pada untuk tahun 2016 mendatang, yang dijadwalkan akan digelar pada Februari 2016 oleh Kementrian Pendidikan, mendapat tanggapan beragam dari sejumlah Kepala Sekolah (Kepsek) di Kabupaten Banggai.

Kepsek SMA GKLB Rudi Budaya mengatakan, jadwal ujian boleh diundur asalkan hanya bagi kelas XII saja, dan tidak dengan kelas X dan XI.

“Kalau bisa mata pelajarannya di percepat agar pas bulan Februari sudah selesai,” tuturnya Jumat (29/5) kemarin.

Meski demikian Rudi mengaku tetap mendukung kebijakan pemerintah kalau sudah memutuskan pelaksanaan UN tersebut.

“Lebih bagus juga kalau dipercepat,” tambahnya.

Terpisah Kepsek SMPN 2 Luwuk Sutadi Layumba mengaku, pemerintah harus benar-benar memikirkan rencana perubahan pelaksanaan UN tersebut, agar tidak menemukan kendala saat sudah diterapkan. Hal itu penting agar tidak seperti pada perubahan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menjadi kurikulum 2013 yang kemudian dikembalikan lagi.

“Tidak sedikit dana yang dikeluarkan sekolah akibat perubahan Kurikulum tersebut, salah satunya pengadaan buku yang saat ini sudah tidak terpakai lagi,” terangnya. Sebelumnya, mekutip berita JPNN Kamis (28/5), Mendikbud Anies Baswedan menuturkan dengan dimajukannya penyelenggaraan ujian tahunan itu, ada jeda waktu bagi siswa untuk mendapatkan orientasi tambahan menjelang kelulusan.

“Selama ini yang ada kan hanya orientasi siswa baru, sedangkan orientasi siswa yang akan lulus tidak ada,” katanya.

Dirinya juga mengakui fakta saat ini bahwa hanya separuh lulusan SMA sederajat yang melanjutkan kuliah, sementara lainnya ada siswa yang ingin bekerja ikut orang atau perusahaan, berwirausaha, atau menjadi CPNS, maupun TNI/Polri.

Olehnya para siswa dengan beragam pilihan setelah lulus SMA itu perlu ada pendalaman wawasan.
“Waktu antara Februari sampai April itu bisa menjadi berharga,” katanya. Misalnya bagi siswa SMA yang berniat melanjutkan kuliah, maka akan dibekali matrikulasi untuk membantu kelulusan ujian masuk PTN. Sedangkan bagi siswa yang ingin bekerja, diajari cara menulis lamaran kerja, membuat CV yang menarik, hingga teknik menghadapi wawancara kerja.

Pihak sekolah juga bisa berinisiatif untuk menghadirkan alumni mereka dengan beragam profesi untuk memberikan wawasan kepada siswa yang akan lulus. Dengan cara ini, siswa tidak seolah-olah dibiarkan begitu saja mengarungi dunia nyata setelah tamat SMA.

Sumber :
Source1
Source2