Rabu, 20 Januari 2016

KENAPA UJIAN NASIONAL 2016 DIGELAR FEBRUARI?

Ridwan Menulis - Kenapa Ujian Nasional 2016 Digelar Februari ? - Ujian Nasional (UN) Jenjang SMA / Sederajat sebelumnya biasa digelar bulan April. Tapi, tahun 2016 mengalami perubahaan jadwal pelaksanaan UN 2016 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bakal dilaksanakan lebih maju penyelenggaraan UN menjadi Februari.

Rencana tersebut diungkapkan langsung oleh Mendikbud Anies Baswedan. Mengenai dimajukannya penyelenggaraan Unas ini, berarti ujian tahunan itu akan digelar di awal semester genap tersebut. Setau ini UN selama ini selalu dilaksanakan pada bulan April atau di akhir semester genap.

Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud Nizam di Jakarta kemarin (27/5) mengatakan, memang benar ada perubahaan jadwal penyelenggaraan UN. Yakni UN yang biasanya digelar semester genap, digeser menjadi di awal semester genap.

Menambahkan, tidak ada pemampatan materi pelajaran di semester ganjil.'' Materi pelajaran tetap berlangsung seperti biasanya,''katanya.

Dengan demikian materi yang diujikan dalam UN hanya sampai materi kelas XII semester ganjil. Intinya materi ujian tidak boleh berisi materi yang belum pernah diajarkan.

Nah para siswa dengan beragam pilihan setelah lulus SMA itu perlu ada pendalaman wawasan."Waktu antara Februari sampai April itu bisa menjadi berharga,''katanya.

Misalnya bagi siswa SMA yang berniat melanjutkan kuliah, maka akan dibekali matrikulasi untuk membantu kelulusan ujian masuk PTN. Sedangkan bagi siswa yang iingin bekerja, diajari cara menulis lamaran kerja, membuat CV yang menarik, hingga teknik menghadapi wawancara kerja.

Selain itu pihak sekolah juga bisa berinisiatif untuk menghadirkan alumni mereka dengan beragam profesi untuk memberikan wawasan kepada siswa yang akan lulus. Dengan cara seperti ini, siswa tidak seolah-olah dibiarkan begitu saja mengarungi dunia nyata setelah tamat SMA nanti.

Namun perubahan jadwal pelaksanaan Ujian Nasional (UN) bagi siswa SD, SMP, SMA dan sederajat pada untuk tahun 2016 mendatang, yang dijadwalkan akan digelar pada Februari 2016 oleh Kementrian Pendidikan, mendapat tanggapan beragam dari sejumlah Kepala Sekolah (Kepsek) di Kabupaten Banggai.

Kepsek SMA GKLB Rudi Budaya mengatakan, jadwal ujian boleh diundur asalkan hanya bagi kelas XII saja, dan tidak dengan kelas X dan XI.

“Kalau bisa mata pelajarannya di percepat agar pas bulan Februari sudah selesai,” tuturnya Jumat (29/5) kemarin.

Meski demikian Rudi mengaku tetap mendukung kebijakan pemerintah kalau sudah memutuskan pelaksanaan UN tersebut.

“Lebih bagus juga kalau dipercepat,” tambahnya.

Terpisah Kepsek SMPN 2 Luwuk Sutadi Layumba mengaku, pemerintah harus benar-benar memikirkan rencana perubahan pelaksanaan UN tersebut, agar tidak menemukan kendala saat sudah diterapkan. Hal itu penting agar tidak seperti pada perubahan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menjadi kurikulum 2013 yang kemudian dikembalikan lagi.

“Tidak sedikit dana yang dikeluarkan sekolah akibat perubahan Kurikulum tersebut, salah satunya pengadaan buku yang saat ini sudah tidak terpakai lagi,” terangnya. Sebelumnya, mekutip berita JPNN Kamis (28/5), Mendikbud Anies Baswedan menuturkan dengan dimajukannya penyelenggaraan ujian tahunan itu, ada jeda waktu bagi siswa untuk mendapatkan orientasi tambahan menjelang kelulusan.

“Selama ini yang ada kan hanya orientasi siswa baru, sedangkan orientasi siswa yang akan lulus tidak ada,” katanya.

Dirinya juga mengakui fakta saat ini bahwa hanya separuh lulusan SMA sederajat yang melanjutkan kuliah, sementara lainnya ada siswa yang ingin bekerja ikut orang atau perusahaan, berwirausaha, atau menjadi CPNS, maupun TNI/Polri.

Olehnya para siswa dengan beragam pilihan setelah lulus SMA itu perlu ada pendalaman wawasan.
“Waktu antara Februari sampai April itu bisa menjadi berharga,” katanya. Misalnya bagi siswa SMA yang berniat melanjutkan kuliah, maka akan dibekali matrikulasi untuk membantu kelulusan ujian masuk PTN. Sedangkan bagi siswa yang ingin bekerja, diajari cara menulis lamaran kerja, membuat CV yang menarik, hingga teknik menghadapi wawancara kerja.

Pihak sekolah juga bisa berinisiatif untuk menghadirkan alumni mereka dengan beragam profesi untuk memberikan wawasan kepada siswa yang akan lulus. Dengan cara ini, siswa tidak seolah-olah dibiarkan begitu saja mengarungi dunia nyata setelah tamat SMA.

Sumber :
Source1
Source2